Chapter 41
Istriku Sang Terapis - 19 September 2026 - 4.616 kata
“Mas…” Kelopak mataku langsung terbuka di kegelapan kamar. Lampu tidur sudah lama kumatikan, tetapi aku tahu Ayu belum tidur. Dari tadi hela napasnya terlalu teratur untuk disebut gelisah, namun juga tidak pernah benar-benar tenggelam ke dalam dengkur orang yang terlelap. Posisiku masih berbaring miring membelakanginya. Aku sengaja tidak menyahut. Busa kasur bergerak sedikit di belakang punggungku saat ia bergeser. “Aku tahu… Mas masih marah.” Suaranya lirih, nyaris tersapu oleh dengung AC. Pandanganku tetap terpaku pada dinding kamar yang gelap. “...Mas memang berhak marah.” Hening jatuh cukup lama di antara kami. Ayu seolah memberi jeda, menunggu apakah aku akan memotong ucapannya dengan kalimat sinis atau bentakan. Aku tetap memilih bungkam. “Aku tahu yang aku lakuin itu… salah.” Kali ini suaranya terdengar lebih berat. Tidak ada kata tapi di ujung kalimatnya. Tidak ada pembelaan diri mengapa semuanya bisa bergeser sejauh itu, tidak ada usaha untuk meringankan kesalahannya, dan tidak ada nama orang lain yang diseret untuk melempar tanggung jawab. Hanya sebuah pengakuan. Aku sudah pernah mendengar kalimat itu saat ia tersedu di sofa tempo hari, namun entah mengapa terdengar jauh lebih mengiris ketika diucapkan dalam gelap seperti ini. “Aku juga tahu aku udah pernah minta maaf,” bisiknya lagi, napasnya terdengar tertahan di
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.