Chapter 3
Istriku Sang Terapis - 1 Juni 2026 - 2.535 kata
"Mbak Ayu ini kalau kerja telaten banget... pantes pelanggan lamanya pada nyari sampai ke rumah." "Pak Danang bisa aja," jawab Ayu. Suaranya lembut, sopan, tetapi ada letih yang disembunyikan di ujung kalimatnya. "kalau ototnya tegang gini memang harus pelan-pelan... jangan dipaksa terus kalau habis perjalanan jauh." Aku berdiri beberapa detik di ruang makan, masih memegang helm. Tanganku terasa lembap. Di meja makan, ada gelas kosong, buku kas, dan kalender kecil yang terbuka pada bulan ini. Tanggal dua puluh lima tetap merah di kepalaku, bahkan ketika mataku tidak melihatnya. Aku bisa masuk ke kamar. Aku bisa mandi. Aku bisa menutup pintu dan tidak mendengar apa pun. Namun aku memilih duduk. Kursi kayu berderit pelan menerima berat tubuhku. Aku meletakkan helm di lantai, lalu menuang air putih dari teko. Gelas itu terasa dingin di telapak tangan. Dari balik tirai, suara percakapan terus bergerak rendah, sesekali terpotong oleh suara botol minyak dibuka, kain digeser, atau napas seseorang yang mencoba menahan pegal. Tidak ada yang salah, kataku pada diri sendiri. Ini usaha. Ini pekerjaan. Ini bagian dari bertahan. Sore itu, aku tidak melihat sesuatu yang benar-benar melanggar. Tidak ada bukti. Tidak ada kejadian yang bisa kujadikan alasan untuk marah. Yang ada hanya suasana rumah
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.