Chapter 39
Istriku Sang Terapis - 14 September 2026 - 2.188 kata
Helm itu tetap tergeletak di kolong meja sampai rumah benar-benar kehilangan sisa cahaya sore. Aku tidak memungutnya. Pintu kamar tidur kami di ujung lorong juga tidak kunjung terbuka. Entah berapa lama aku mematung di tengah ruang tamu setelah suara hantaman keras tadi lenyap diserap dinding. Napasku perlahan kembali teratur, tetapi rasa terbakar di dalam rongga dada tidak sedikit pun mereda. Sesekali pandanganku jatuh ke lantai, menatap visor helm yang terlepas sebelah dan tergantung miring dari dudukannya, lalu berpindah ke daun pintu kayu yang terkunci rapat di sana. Tidak ada suara tangis yang lolos. Tidak ada bunyi langkah kaki atau derit ranjang dari dalam. Rumah ini mendadak mati, begitu sunyi sampai derak pendingin ruangan terdengar seperti dengung yang menekan isi kepala. Aku sempat melangkah dua kali mendekati lorong kamar. Namun kakiku berhenti sendiri di batas ubin. Keraguan yang getir menahanku, hingga akhirnya aku berbalik dan memilih duduk di tepi sofa. Kalimat terakhir Ayu masih menggantung di udara, berputar tanpa henti di telingaku: “Aku tahu aku salah, Mas. Tapi aku nggak nyangka Mas bisa ngomong begitu ke aku.” Aku menangkupkan kedua telapak tangan ke wajah, mengusapnya dengan tarikan napas berat. Dia memang salah. Pikiran itu langsung kusambar cepat-cepat, seperti benteng pertahanan terakhir
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.