Chapter 34
Istriku Sang Terapis - 7 September 2026 - 2.636 kata
Ting-tong. Denting bel pagar depan terdengar sampai ke ruang tengah. “Sebentar ya, Pak!” sahut Ayu setengah berseru. Ia menyeka kedua tangan ke celemek, merapikan jepit rambutnya yang kendur, lalu bergegas menuju pintu. Begitu daun pintu terayun terbuka, pandangannya otomatis turun ke arah kaki tamu yang berdiri di teras. Pria itu melangkah timpang. Setiap kali telapak kaki kirinya menyentuh ubin, beban badannya lekas dipindahkan ke kanan. “Masih sakit, Pak?” tanya Ayu. “Kalau dipakai napak penuh masih nyut-nyutan, Mbak.” Tamunya melepas selop sembari berpegangan pada kusen. “Mendingan sih daripada kemarin...” Beberapa hari lalu ia salah mendaratkan kaki saat turun dari mobil di dekat selokan. Pergelangan kirinya sempat tertekuk hingga membengkak, dan otot betisnya ikut mengeras karena terus-menerus menahan tumpuan tubuh sebelah kanan. Ayu tidak buru-buru menyuruhnya masuk. Ia meminta pria itu duduk sejenak di teras, mengamati rentang gerak pergelangan kaki yang diputar perlahan. “Kalau ke arah sini?” “Masih kerasa.” “Udah, jangan dipaksa.” Ayu menyentuh bagian sekitar pergelangan sebelum tangannya bergeser naik. Otot luar betis itu terasa liat. “Betisnya malah ikut kenceng.” “Iya, Mbak... Rasanya kayak ketarik sampai atas.” “Masuk dulu ya, Pak. Saya lemesin yang sekitarnya aja. Yang sakit jangan dulu.” Beberapa menit berselang, pria itu sudah menelungkup di atas ranjang terapi.
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.