Chapter 33
Istriku Sang Terapis - 4 September 2026 - 4.920 kata
Pukul sebelas lewat lima puluh ketika untuk kesekian kalinya pandanganku tersangkut pada angka digital di sudut kanan bawah monitor. 11.50. Sepuluh menit lagi. Deretan angka pada lembar rekapitulasi di depanku mulai mengabur, tak ubahnya barisan semut yang bergerak acak. Kolom penerimaan sudah dua kali kuhapus karena terasa janggal, padahal begitu kuhitung ulang hasilnya tetap sama persis. Bukan hitungan kantor yang keliru. Kepalakulah yang sejak jam presensi pagi tadi tak pernah benar-benar ada di ruangan ini. Pak Heru. Nama itu terus berdengung, menolak pergi. “Wan...” Aku bergeming. “Wawan!” Sebuah map biru melayang, mendarat di atas lenganku dengan debukan pelan. Aku tersentak sampai roda kursi kerjaku berderit mundur. “Apaan sih?” semprotku ketus. Rudi yang berdiri di samping kubikel menatapku heran. “Lu yang apaan. Dari tadi gue panggil nggak nyahut-nyahut.” “Ngagetin aja lu.” “Gue manggil biasa, bego.” Rudi menjatuhkan map itu tepat di atas papan tikku. “Nih, sekalian cek. Pak Hendra minta sebelum jam pulang.” Aku menarik map itu tanpa berniat membukanya. “Iya.” Rudi tidak beranjak. Matanya menyipit mengamatiku. Aku mendongak, risih. “Apa lagi?” “Lu nunggu apaan dah?” “Nggak nunggu apa-apa.” “Mata lu mondar-mandir ke jam pojok layar terus dari tadi.” “Mau cari makan.” Rudi terkekeh, menggeleng-gelengkan kepala. “Kirain janjian kencan sama janda
Chapter ini membutuhkan 7 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.