Chapter 32
Istriku Sang Terapis - 4 September 2026 - 2.106 kata
Pak Danang bergerak lebih dulu. Tubuhnya yang sejak tadi menutup sebagian pandanganku perlahan bergeser ke samping. Tidak banyak, tetapi pergerakan itu cukup untuk membuka sudut yang sedari tadi luput dari pandanganku. Di atas perut Ayu, cairan kental putih itu tumpah, mengkilap basah diterpa cahaya lampu ruangan. Sebagian meleleh lambat menuruni lekuk pinggangnya, berhenti tepat sebelum menyentuh kain daster yang tersingkap. Ia menepati janji terakhir yang diminta Ayu. Aku menghembuskan napas panjang yang patah-patah. Aneh rasanya mendapati secuil rasa lega yang hambar menyelusup ke dada hanya karena hal itu. Sungguh ironis, setelah menyaksikan batas rumah tanggaku runtuh di atas lantai keramik, aku masih sanggup merasa bersyukur karena benih lelaki lain tidak ditinggalkan di dalam tubuh istriku. Pak Danang kini terduduk di lantai dengan napas yang berat dan serak. Kepalanya tertunduk, bahunya merosot turun. Satu telapak tangannya yang basah oleh peluh mengusap wajah secara kasar, menekan pelipisnya seolah sedang memaksa dirinya kembali ke dunia nyata. Di sampingnya, Ayu belum bergerak selama beberapa detik. Istriku hanya memejamkan mata, membiarkan dadanya turun-naik sebelum akhirnya perlahan memiringkan tubuh. Dengan gerakan pelan yang tampak sangat lelah, ia bangkit bertumpu pada siku dan duduk bersandar pada sisi dipan terapi. Tangannya refleks menarik sedikit ujung daster untuk menutupi
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.