Chapter 28
Istriku Sang Terapis - 17 Agustus 2026 - 6.452 kata
“Iya... Pakai kamar utama.” “Mas… tapi kan itu—” Ting-tong! “Udah, Sayang... siapin kamar utama sebentar. Biar Mas yang bukain pintu depan.” Aku sudah membalikkan badan dan melangkah keluar dari ruang terapi sebelum Ayu sempat mengajukan keberatan. “Mas, apa nggak sebaiknya—” “Kasihan Pak Danang udah datang jauh-jauh.” Hanya argumen logis itulah yang sanggup kususun secara mendadak saat itu. Kedatangan Pak Danang dari tempat yang jauh menjadi alasanku. Sama sekali tak terlintas di benakku apa konsekuensinya mengalihkan sesi terapi tersebut ke dalam kamar utama yang baru beberapa jam lalu kami gunakan. Aku memutar kunci dan membuka pintu depan. Pak Danang berdiri di sana dengan gaya pakaian kasualnya yang rapi dan aroma parfum mahal yang merebak. “Siang, Mas Wawan.” “Siang, Pak. Monggo masuk.” Pak Danang tersenyum ramah, melepas sepatu kulitnya di teras. “Wah, tumben Mas Wawan ada di rumah jam segini.” “Hari Minggu, Pak. Nyantai di rumah.” Pak Danang tertawa kecil. “Iya juga ya. Saya yang kebanyakan kerja sampai lupa hari libur.” Aku ikut tersenyum sopan. Telapak tanganku masih samar-samar berbau sanitizer . Beberapa detik kemudian, langkah kaki Ayu terdengar tergesa-gesa dari arah lorong dalam. “Siang, Pak Danang.” Pak Danang membalikkan badan. Tatapan matanya terhenti pada sosok Ayu. Tidak lama, hanya sekitar satu-dua
Chapter ini membutuhkan 6 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.