Chapter 27
Istriku Sang Terapis - 17 Agustus 2026 - 6.726 kata
“Jangan lihat-lihat, Mas... Aku lagi jelek.” Kalimat itu pernah diucapkan Ayu sambil berdiri di bawah pendar lampu neon lobi hotel yang temaram, bertahun-tahun lalu. Sebelum rumah kami punya papan nama akrilik kecil di depan pagar, sebelum ada ranjang terapi berminyak aroma terapi, dan sebelum buku reservasi tebal menumpuk di meja tengah. Aku masih mengingat jelas gambaran malam itu. Shift kerjanya baru saja selesai hampir pukul sebelas malam. Seragam warna krem langganan tempat terapinya, yang pada pagi hari tampak licin terkena setrika, berubah menjadi kusut berlipat di bagian pinggang pada malam harinya. Rambut hitamnya yang biasa disanggul rapi dengan jepitan mulai terlepas, lalu meluncur di dekat daun telinganya. Sisa riasan di wajahnya nyaris terbilas peluh, menyisakan sedikit bedak tipis di bawah mata serta warna gincu yang tinggal samar. Telapak tangannya memerah kaku akibat seharian memijat otot-otot yang tegang. Wajahnya agak berminyak. Matanya menyipit layu, tinggal separuh mengantuk. Begitu melangkah keluar pintu kaca dan melihatku berdiri bersedakap di samping motor, hal pertama yang ia lakukan bukanlah melemparkan senyum manis. Ia malah mengangkat sebelah telapak tangannya, menutup separuh wajah dengan gerakan serba panik. “Jangan lihat-lihat, Mas!” “Kenapa?” tanyaku heran. “Jelek banget ini.” “Mana?” “Ini lhooo...” Ujung jari telunjuknya menunjuk ke wajahnya sendiri. “Make-up
Chapter ini membutuhkan 6 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.