Chapter 26
Istriku Sang Terapis - 11 Agustus 2026 - 4.602 kata
Aku mematikan mesin motor beberapa puluh meter sebelum berhenti di rumah. Tidak ada rencana. Tanganku bergerak begitu saja memutar kunci, memadamkan deru mesin di tengah keheningan jalan kompleks yang lengang. Roda depan motor berputar pelan di atas jalan beton, meluncur memanfaatkan sisa laju sebelum akhirnya berhenti total. Aku menurunkan kedua kaki, melangkah turun dari jok, lalu mendorong setang motor dalam diam. Roda berputar tanpa suara. Tidak ada deru knalpot yang biasa menjadi penanda kepulanganku sampai ke teras. Aku sendiri tidak tahu mengapa merasa perlu melakukannya. Jika orang yang sedang berada di dalam rumah adalah Pak Danang, alasannya mungkin lebih mudah dijelaskan: aku ingin menangkap basah, ingin melihat sejauh apa Ayu melayaninya, seberapa jauh sebuah interaksi bisnis bisa tergelincir sebelum berubah menjadi penyelewengan. Namun Pak Wijaya berbeda. Sejak melihat pesan reservasinya tadi pagi, tidak ada panas membakar yang biasa meletup setiap kali nama Pak Danang muncul. Yang hadir justru sesuatu yang lebih dingin, berat, dan sulit kuberi nama. Mobil sedan hitam milik Pak Wijaya sudah terparkir rapi di depan pagar rumah kami. Aku terus mendorong motor masuk ke halaman, menegakkan standar samping pelan-pelan agar tidak menimbulkan bunyi, lalu melepas helm. Pintu depan tertutup rapat. Aku memasukkan kunci ke lubangnya, dan memutar
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.