Chapter 25
Istriku Sang Terapis - 11 Agustus 2026 - 5.298 kata
Ponsel Ayu bergetar lagi di atas meja kayu sebelum uap teh hangat di dalam cangkir sempat menghilang sepenuhnya. Benda tipis itu tetap dibiarkan tergeletak dengan posisi layar menelungkup di samping pahanya. Ayu sama sekali tidak berniat meraihnya. Ia justru memiringkan tubuh, menggeser duduknya rapat-rapat hingga paha mulusnya menempel pada paha celana bahanku. Dengan gerakan manja yang teramat manis, ia menyandarkan kepalanya di bahuku, lalu meniup permukaan tehnya pelan-pelan. "Besok Mas masuk pagi?" tanya Ayu, suaranya mengalun lembut di dekat leherku. "Iya, yang." "Pulangnya?" "Seperti biasa. Jam tiga sore kalau nggak nambah kerjaan." Ayu mengangguk pelan. Pandangannya turun menatap uap teh, tetapi ujung ibu jarinya yang halus bergerak mengusap-usap lututku secara melingkar, sebuah kebiasaan kecil yang selalu ia lakukan setiap kali ingin bermanja. drrtt... drrtt… Ponselnya bergetar sekali lagi. Kali ini getarannya terasa lebih panjang di permukaan meja. Ayu menghembuskan napas kecil melalui hidungnya, membuat helai anak rambut di pelipisnya bergoyang. Tanpa mengubah posisinya yang bersandar padaku, ia mengangkat cangkir keramik itu dan menyesap tehnya pelan-pelan, seolah pura-pura tuli dari panggil suara digital di sisinya. Aku sudah tahu siapa pengirim pesan itu. Beberapa puluh menit yang lalu, sebelum aku melangkah masuk ke dalam rumah, nama Pak Danang sempat muncul di layar
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.