Chapter 24
Istriku Sang Terapis - 3 Agustus 2026 - 7.106 kata
Nama Pak Danang muncul tiga kali di buku reservasi selama tiga minggu terakhir. Tak satupun sesi itu berhasil kulihat. Kunjungan pertama jatuh pada hari ketika rapat evaluasi anggaran molor hampir dua jam. Saat aku sampai di rumah, aroma cendana masih tertinggal pekat mengendap di ruang tengah, tetapi mobilnya sudah pergi. Ayu sedang mencuci handuk di belakang sambil manggut-manggut mendengarkan lagu pop dari ponselnya, seolah sore itu tidak ada hal istimewa yang terjadi. Kunjungan kedua berlangsung ketika kepala seksi mendadak meminta laporan tunggakan dirapikan sebelum jam pulang. Aku baru tiba setelah magrib. Ruang terapi sudah rapi, buku kas tertutup rapat, dan Ayu sedang menggoreng tempe dengan daster batik rumahan bercorak kusam yang biasa ia pakai. Kunjungan terakhir bahkan tidak kuketahui sampai malam hari. Aku menemukan namanya ketika sekadar membuka-buka buku reservasi untuk melihat jadwal akhir pekan. Durasi sesinya tercatat jauh lebih panjang dari tarif satu jam, tetapi angka yang dituliskannya tetap sama persis. Tidak ada catatan tips. Tidak ada biaya tambahan. Tidak ada keterangan apa pun. Aku tidak bertanya. Ayu pun tidak membuka suara. Yang tersisa di antara kami hanyalah perubahan-perubahan kecil yang ganjil dan sulit dibuktikan. Cara Ayu tak lagi tersentak atau menghembuskan napas berat ketika nama Pak Danang muncul
Chapter ini membutuhkan 7 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.