Chapter 23
Istriku Sang Terapis - 29 Juli 2026 - 6.128 kata
“Mas, kursi plastik yang di gudang masih ada, kan?” Ayu berdiri di ambang pintu kamar saat aku baru saja merapikan tali jam tangan kulitku. Rambut hitamnya digulung asal ke atas, menyisakan beberapa helai tipis yang menjuntai halus di dekat telinga. Daster batik rumahan yang ia kenakan masih sama seperti tadi pagi, tetapi permukaan wajahnya sudah dipoles bedak tipis dan sedikit pelembap bibir berwarna merah muda. Aku menoleh, melirik jam dinding sekilas. “Masih.. Buat apa?” “Keluarin dua, ya,” sahut Ayu sembari memiringkan kepala, tersenyum tipis. “Memangnya ada reservasi sore ini?” tanyaku heran. “Nggak kok.” Ayu menggeleng pelan, lalu berbalik melangkah menuju ruang tengah. “Temen-temenku mau main ke sini.” Aku melangkah keluar kamar, mengikutinya dari belakang. “Temen yang mana?” “Temen lama...” “Lama itu... teman jaman sekolah dulu?” “Bukan… ihhh.” Ayu mulai mengangkat tumpukan majalah dan buku reservasi dari atas meja kayu, merapikannya ke sudut rak. “Temen tempat kerja yang dulu.” Jemariku yang hendak merogoh kunci gudang di atas kulkas mendadak berhenti di udara. “Spa?” “Iya,” sahut Ayu ringan. Ia menoleh sekilas, menyunggingkan senyum manis seolah informasi itu adalah hal biasa yang harusnya sudah kuketahui. Mungkin ia pernah menyebut nama-nama mereka dalam obrolan acak. Mungkin juga pernah bercerita tentang rencana kumpul-kumpul yang selalu
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.