Chapter 22
Istriku Sang Terapis - 27 Juli 2026 - 6.961 kata
Aku: gimanaa yang?? hari ini ada reservasikah? ? Pesan singkat itu kukirim saat jam istirahat kantor baru saja dimulai. Kotak makan plastik dari rumah masih tertutup rapat di atas meja kayu. Rudi dan beberapa pegawai seksi verifikasi sudah melangkah turun menuju kantin, meninggalkanku sendirian bersama dengung AC dan tumpukan map berkas yang sengaja kusingkirkan selama tiga puluh menit ke depan. Balasan Ayu masuk tak lama kemudian. Ayu: belum adaaa, masih kosong mas Jembariku bergerak cepat menari di atas layar touch screen. Aku: yaudah istirahat ajaaa Tiga titik animasi muncul di sudut bawah layar, menandakan ia sedang mengetik balasan. Ayu: Kalau ada yang chat gimana? Aku: Bilang terapisnya lagi libur, sementara jadi istri mas wawan dulu😁😁😁😁 Ayu: Iiihhh, baru camping sekali udah mulai ngatur.😋😋 Aku: Bukan ngaturrrr kelesss, mas cuma takut istrinya lupa kalo udah punya suami😘 Ayu: Suami mokondo?🤣🤣🤣 Aku tersenyum sendiri memandangi layar ponsel, menggelengkan kepala pelan di meja kerjaku. Aku: diihhh fitnaaahhh😒 Ayu: Bukan fitnah kalau ada buktinya🫣🫣🫣🫣 Sebuah foto masuk beberapa detik kemudian. Di foto itu, Ayu sedang duduk bersandar santai di sofa ruang tengah dengan satu kaki ditekuk di atas busa. Rambut hitamnya digulung asal keatas, sementara daster putih motif bunga yang ia kenakan sedikit kusut
Chapter ini membutuhkan 7 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.