Chapter 21
Istriku Sang Terapis - 25 Juli 2026 - 8.466 kata
"Sabtu sama Minggu besok jangan terima reservasi dulu, yang." Jemari Ayu yang sedang menggulir layar ponselnya langsung terhenti kaku. Ia mengangkat wajahnya dari seberang meja makan, menatapku seolah-olah aku baru saja mengusulkan agar ruang terapi di ruang tengah diubah menjadi kandang ayam. "kenapa, Mas...?" "kita pergi." "pergi ke mana...?" "belum tahu." Keningnya berkerut tipis. "lho... kok ngajak pergi tapi belum tahu mau ke mana...?" protes Ayu. "biar kelihatan spontan aja," sahutku santai. Ayu menahan ulasan senyum di bibirnya. "padahal emang belum kepikiran kan...?" "nah... itu tahu," balasku sambil tersenyum tipis. Ujung bibir istriku akhirnya terangkat tipis. Sudah beberapa hari berlalu sejak malam di mana ia mengajukan pertanyaan lirih seputar apakah seseorang yang terlanjur merusak sesuatu masih pantas untuk dipeluk. Sejak malam itu, Ayu perlahan-lahan mulai menunjukkan kembali serpihan dirinya yang sempat hilang. Denting sendok keramik di pinggiran cangkir mulai terdengar lagi dari arah dapur. Awalnya hanya sekali. Ketukan pendek yang tergolong ragu, seolah-olah ia belum yakin apakah ia diizinkan untuk membuat interior rumah kami kembali berisik. Namun keesokan harinya, ia sudah mengetukkan punggung sendok sambil menunggu air panas mendidih di atas kompor. Kemarin sore, aku bahkan sempat memergokinya menggerakkan telapak kakinya pelan mengikuti alunan musik dari ponsel saat melipat tumpukan
Chapter ini membutuhkan 8 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.