Chapter 20
Istriku Sang Terapis - 25 Juli 2026 - 2.654 kata
Mobil SUV hitam milik Pak Danang sudah terlihat bahkan sebelum aku membelokkan sepeda motor ke lorong blok rumah kami. Kendaraan itu terparkir di posisi yang sama seperti biasanya, sedikit menyerong menghadap pintu pagar besi. Sudah hampir dua minggu penuh aku tidak melihat keberadaannya di sana. Setelah pesan singkat terakhir seputar istilah teh celup di tengah malam yang lalu, pria paruh baya kaya itu mendadak menghilang tanpa menyisakan reservasi baru di buku kas Ayu. Sudut bibirku terangkat tipis di balik kaca helm. “akhirnya dateng juga…” Entah kenapa, istilah teh celup dari mulut bajingan tua itu langsung melintas kembali di dalam kepalaku. Aku bahkan mulai membayangkan seperti apa kira-kira dinamika percakapan mereka sore ini di balik tirai linen. Apakah Pak Danang kembali menyinggung permintaan itu? Apakah Ayu masih membalasnya dengan senyuman manis dan kalimat menggantung seperti sebelumnya? Atau mungkin... kali ini ada hal lain yang berjalan di luar prediksiku. Seperti biasa aku langsung memarkirkan motor di taman, dan berjalan menuju pintu dapur. Namun, begitu telapak kakiku menjejak ubin dapur yang dingin, aku langsung menyadari ada sesuatu yang salah. Sesi terapi sore itu rupanya telah berakhir. Musik relaksasi yang pelan tidak lagi terdengar dari balik dinding. Tirai linen tebal yang memisahkan area terapi
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.