Chapter 17
Istriku Sang Terapis - 18 Juli 2026 - 6.029 kata
“sedikit ke bawah... Mbak Ayu...” Dari celah tirai linen yang sama, aku melihat telapak tangan Ayu bergeser perlahan dari bahu Pak Danang menuju punggung bagian tengah. Kilau tipis minyak cendana membuat kulit punggung pria itu tampak mengkilap di bawah sorot temaram lampu warm white . Setiap kali Ayu memberikan tekanan yang lebih dalam dengan berat tubuhnya, permukaan ranjang terapi mengeluarkan derit halus yang teratur. “nah... di situ... hhh...” gumam Pak Danang, kepalanya tenggelam lebih dalam di bantal wajah. Ayu menahan kedua telapak tangannya selama beberapa detik di titik yang dimaksud, membiarkan kehangatan kulitnya mentransfer energi ke otot yang kaku. Ia menghela napas pendek, lalu menyeka pelipisnya yang mulai basah oleh keringat dengan punggung tangan kiri. “ini keras banget... Pak... Bapak habis nyetir jauh lagi...?” tanya Ayu. Suaranya mengalun sangat lembut, terseret pelan oleh jeda nafasnya yang tipis. “iya... dua hari kemarin bolak-balik luar kota,” sahut Pak Danang dengan suara serak. “pantesan...” Ayu kembali menekan perlahan menggunakan pangkal telapak tangannya, melakukan gerakan memutar yang ritmis. “badannya dipakai kerja terus... istirahatnya kapan...?” “kalau istirahat terus... nanti siapa yang cari uang buat bayar Mbak Ayu...?” Ayu terkekeh pelan. Bahunya bergoyang luwes, membuat lipatan baju terapis di dadanya sedikit bergerak naik-turun. “ya.. jangan sampai
Chapter ini membutuhkan 6 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.