Chapter 16
Istriku Sang Terapis - 15 Juli 2026 - 3.520 kata
“Sayaaang…, sini bentar.” Suara keran dari kamar mandi terhenti. Beberapa detik kemudian, Ayu muncul dari lorong sambil mengeringkan kedua tangannya pada sisi kain celananya. Rambutnya masih terikat asal, dengan beberapa helai menempel di pipi karena uap dan keringat. Ia berjalan mendekat, lalu matanya langsung jatuh pada dua kartu yang tergeletak berdampingan di atas meja makan. Kartu putih gading yang baru diberikan Pak Wijaya. Dan kartu hitam yang kutemukan beberapa hari lalu di lantai kamar mandi. Ayu berhenti di seberang meja. “Belum selesai juga pemeriksaannya, Pak?” Ada senyum kecil di bibirnya. “Pemeriksaan apa?” “Dari tadi kartunya diliatin terus...” Ayu menunjuk kedua kartu itu dengan dagunya. “Aku cuma mau nanya.” “Nah, mulai…” Ia menarik kursi di sampingku, lalu duduk. “Kalau Mas bilang cuma mau nanya, biasanya banyak nih….” Aku mengabaikan godaannya. “Kartu hitam ini punya kamu?” Ayu mengambilnya. Ia membalik kartu itu dua kali, memperhatikan bagian depan dan belakangnya, lalu mendecakkan lidah pelan. "Isshh… pantesan..." Ayu terdiam sejenak, matanya sedikit menyipit saat menatap kartu itu, seolah ia baru saja mengingat sesuatu. "Pantesan apa?" "Kemarin… aku sempet bongkar dompet kerja yang lama." Ayu terdiam sejenak, jemarinya bergerak gelisah mengusap sudut kartu, sementara matanya tertuju pada meja, menghindari tatapanku. "Isinya aku keluarin semua… soalnya
Chapter ini membutuhkan 5 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.