Chapter 15
Istriku Sang Terapis - 13 Juli 2026 - 3.705 kata
Mobil Pak Hendra sudah terparkir di depan pagar ketika aku memasuki ujung gang. Kendaraan hitam itu berdiri tepat di bawah papan nama spa, mengkilap dan bersih di antara motor-motor tetangga yang terparkir sembarangan. Dari jarak beberapa rumah, aku bisa melihat sepasang sepatu kulit hitam tertata rapi di teras. Aku menurunkan laju motor. Jam di tanganku menunjukkan pukul empat lewat dua puluh tiga menit. Aku terlambat hampir satu jam dari waktu kedatangan Pak Hendra karena laporan realisasi pendapatan yang harus kukirim sebelum meninggalkan kantor. Entah apakah pekerjaan tadi sengaja ia berikan untuk membuatku pulang terlambat. Aku tidak tahu, aku tidak punya cukup bukti. Pak Hendra memang sudah meninggalkan kantor lebih dulu untuk menghadiri pertemuan di dekat rumahku. Aku hanya menjalankan tanggung jawab sebagai bawahannya tanpa banyak tanya. Motor kubawa menuju taman kecil di ujung blok, tempat yang sama seperti beberapa hari lalu. Setelah mematikan mesin, aku berjalan kembali menyusuri sisi rumah dengan helm masih tergantung di tangan. Seperti biasa pintu samping dapur tidak dikunci. Engselnya mengeluarkan suara kecil ketika kudorong, tetapi bunyi itu tenggelam oleh dengung pendingin ruangan dari ruang terapi. Aroma cendana langsung memenuhi hidungku. Bukan lagi aroma asing. Tubuhku bahkan sudah mengenali kepekatan baunya sebagai tanda bahwa seorang laki-laki
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.