Chapter 14
Istriku Sang Terapis - 13 Juli 2026 - 2.731 kata
Ayu muncul dari dapur sambil membawa dua gelas teh hangat. Ia berjalan pelan agar airnya tidak tumpah, melewati beberapa piring kecil berisi sisa gorengan yang belum sempat dibereskan dari meja. “Geser dikit, Mas.” Aku mengangkat tubuh, memberi ruang di sofa. Namun Ayu hanya meletakkan salah satu gelas di atas meja, tepat di depanku. Gelas satunya masih ia pegang dengan kedua tangan. “Duduk sini,” kataku sambil menepuk bagian sofa yang kosong. Ayu melirik tempat itu, lalu menatapku. Alih-alih duduk di sebelah, ia berbalik perlahan dan menurunkan tubuhnya menyamping ke atas pangkuanku. “Heh, hati-hati.” Tangan kiriku refleks melingkari bahunya, menahan tubuhnya agar tidak kehilangan keseimbangan. Ayu mengangkat gelas sedikit lebih tinggi ketika pinggulnya bergeser mencari posisi yang nyaman. Setelah yakin tehnya tidak akan tumpah, ia melipat kedua kakinya ke atas sofa dan menyandarkan punggung sepenuhnya ke dadaku. “Nah….,” gumamnya puas. “Katanya suruh geser.” “Iya, biar pangkuannya lebih luas.” “Enak aja….” Ayu terkekeh kecil. Kepalanya jatuh tepat di lekukan antara bahu dan leherku. Rambutnya yang masih sedikit lembap setelah mandi menggelitik daguku, membawa aroma sampo yang lembut bercampur wangi sabun dari kulitnya. Rumah sudah kembali sepi. Suara tawa Rudi dan teman-teman kantor yang beberapa saat lalu memenuhi ruang tengah kini hanya menyisakan gelas-gelas
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.