Chapter 13
Istriku Sang Terapis - 8 Juli 2026 - 3.858 kata
Suara mobil Pak Danang baru benar-benar menghilang setelah beberapa detik. Awalnya hanya berupa deru mesin yang menjauh dari halaman depan rumah, lalu menyusut menjadi getaran samar di ujung gang kompleks, hingga akhirnya lenyap sepenuhnya, tertelan oleh deru motor tetangga dan suara azan ashar yang mulai berkumandang tipis dari masjid jauh. Aku masih berdiri mematung di dalam kamar mandi. Punggungku menempel rapat pada dinding semen yang lembap. Telapak tanganku basah, tidak tahu apakah karena limpahan keringat dingin atau sisa air yang menetes dari bibir keran. Napasku belum juga kembali normal. Dadaku masih naik turun secara pendek dan patah-patah, persis seperti seorang pegawai baru yang baru saja lolos dari sidang pemeriksaan tanpa membawa lampiran dokumen lengkap. Di luar ruangan sempit ini, atmosfer rumah terasa terlalu sunyi. Aku menunggu dalam kebekuan. Satu detik. Dua detik. Lima detik. Tidak ada suara langkah kaki Ayu yang bergerak menuju kamar mandi. Tidak ada pula suara lembutnya yang memanggil namaku. Dari celah pintu yang masih terbuka setengah, aku melihat bayangan siluet Ayu bergerak samar di ruang depan. Sepertinya ia masih berdiri di dekat area teras; mungkin sedang memastikan mobil mewah itu benar-benar telah melaju pergi, atau mungkin juga ia sedang merapatkan kembali pintu pagar besi kami. Aku
Chapter ini membutuhkan 5 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.