Chapter 12
Istriku Sang Terapis - 8 Juli 2026 - 2.173 kata
“Pak... saya ambilin air minum dulu ya di dapur.” Suara Ayu terdengar tenang dari ruang tamu, seolah beberapa menit terakhir hanyalah bagian dari prosedur kerja biasa. Seolah tidak ada yang ganjil dari napas Pak Danang yang masih berat. Seolah tidak ada aroma cendana, minyak hangat, dan keringat pria lain yang memenuhi rumah kami seperti kabut yang tidak mau pergi. Pak Danang terkekeh pelan. “Boleh, Mbak Ayu... yang dingin ya... habis dipijat begini malah haus.” “ih, Pak Danang ini,” jawab Ayu, suaranya ringan. “tunggu sebentar ya Pak.” Aku yang sedang mematung di balik tembok dapur langsung merasakan darah di wajahku surut sepenuhnya. Langkah Ayu mendekat. Di telingaku, setiap langkah itu terasa sangat dekat dan mengancam. Aku menoleh ke kiri dan ke kanan dengan panik, mencari sudut yang bisa menyembunyikanku dengan cepat. Dapur minimalis kami terlalu sempit untuk menyembunyikan tubuhku. Rak bumbu di atas meja posisinya terbuka. Kolong meja terlalu rendah untuk dimasuki. Sementara celah di belakang kulkas terlalu sempit dan posisinya terlalu mudah terlihat dari arah ruang tengah. Aku melihat pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Tanpa berpikir panjang lagi, aku segera menyelinap masuk ke dalam. Udara lembap langsung menempel di kulitku. Kamar mandi itu sempit, hanya cukup untuk satu orang
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.