Chapter 11
Istriku Sang Terapis - 3 Juli 2026 - 4.327 kata
Aku memarkir sepeda motorku di dekat taman, sengaja agak jauh dari rumah agar tidak menarik perhatian. Jantungku berdegup kencang, menghantam tulang rusuk setiap kali aku melangkah mendekati rumah. Aku bukan lagi Wawan yang pulang kerja dengan lelah; aku adalah seseorang yang sedang memburu sensasi yang selama ini hanya berani kubayangkan. Aku langsung menuju pintu dapur. Pintu itu tidak pernah dikunci, sebuah akses yang biasa kupakai agar tidak mengganggu sesi terapi Ayu. Aku memutar gagangnya dengan sangat perlahan, memastikan tidak ada gesekan logam yang berbunyi. Begitu pintu terbuka, aku menyelinap masuk ke dalam kegelapan dapur yang pengap. Udara di dalam rumah terasa berbeda—lebih berat, lebih panas, dan sarat dengan ketegangan yang membuat bulu kudukku berdiri. Aku menutup pintu itu dengan gerakan yang jauh lebih hati-hati lagi. Jemariku menahan selot pintu agar tidak beradu dengan bingkai, menguncinya tanpa suara sedikitpun. Kini, aku sudah berada di dalam. Jantungku berdegup liar, membuat napas terasa sesak. Aku melangkah jinjit di atas ubin dingin menuju sekat dapur yang tertutup tirai. Setiap inci lantai terasa seperti jebakan yang siap berderit kapan saja. Aku berhenti tepat di baliknya, mematung, berusaha meredam deru nafas yang memburu agar tidak sampai ke telinga mereka di ruang sebelah. Di balik tirai tipis
Chapter ini membutuhkan 7 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.