Chapter 8
Di Antara Jarak Dan Dosa - 31 Mei 2026 - 3.948 kata
Malam itu hujan deras mengguyur Kuala Lumpur. Di dalam kamar utama rumah dua lantai yang megah, udara terasa pengap meski AC menyala pelan. Lampu temaram kuning dari lampu tidur menyinari tempat tidur king-size yang bersih. Ratih berdiri di sisi ranjang, tubuhnya hanya dibalut daster tipis yang sudah tertarik ke atas pinggangnya. Payudaranya yang penuh, D-cup, naik-turun cepat, putingnya mengeras menusuk kain. Cincin kawin emas sederhana di jari manis kirinya berkilat samar setiap kali dadanya bergerak—cincin yang dulu dibeli Aris dari hasil panen setahun penuh. Tuan Ahmad berdiri di hadapannya. Tubuhnya tinggi tegap, kulit gelap keturunan Bangladesh mengkilap oleh keringat. Dada bidangnya berotot keras, perut six-pack yang tegas. Sarungnya sudah jatuh ke lantai. Batangnya berdiri tegak, besar, panjang, urat-urat tebal melilitnya, jauh melampaui milik Aris. Ujungnya sudah basah mengkilap. "Ratih... awak tak boleh tolak saya lagi," bisik Ahmad, suaranya rendah dan berat penuh nafsu. Tangan besarnya yang hangat meraih pinggang Ratih, menarik tubuhnya mendekat hingga dada penuh itu menempel erat di dadanya yang bidang dan panas. Ratih menggeleng lemah, air mata menggenang di matanya yang sayu. "Tuan... saya... saya punya suami..." Suaranya pecah, tapi pinggulnya sudah bergoyang pelan, menggesek batang Ahmad yang panas dan keras di antara pahanya yang lembap. Ahmad
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.