Chapter 7
Di Antara Jarak Dan Dosa - 31 Mei 2026 - 3.763 kata
Treng… treng… treng… Suara knalpot motor tua itu perlahan mengecil, lalu benar-benar lenyap ditelan sunyi sawah yang pagi ini terasa lebih hampa dari biasanya. Aku mematikan mesin tepat di depan rumah. Ban motor berhenti di atas jejak yang sama dengan yang kubuat pagi tadi, namun rasanya segalanya telah berubah total. Langit yang jingga mendadak terasa kelabu. Rumah reyot kami berdiri mematung di hadapanku. Tak ada asap yang mengepul dari tungku, tak ada aroma kangkung tumis yang biasa menyapa hidung, pun tak ada suara kain daster yang bergesekan dengan lantai pasir. Kayu-kayu dinding yang sudah menghitam seolah kehilangan cahayanya, seolah matahari pagi tadi membawa pergi seluruh nyawa dari bangunan ini. Aku turun dengan langkah yang terasa seberat timbal. Bagas masih mendekap erat di dadaku, tubuh kecilnya lemas, lelah setelah menguras air mata sepanjang perjalanan pulang. Sisa tangisnya sudah mengering di pipi, namun sesekali isak kecil masih lolos dalam tidurnya yang gelisah. “Ibu… Ibu…” gumamnya lemah. Tangan mungilnya mencengkeram kausku, mencari perlindungan yang kini hanya bisa kuberikan sendirian. Aku memeluknya lebih erat. Di dalam dadaku, ada guncangan yang sama hebatnya, namun aku bersikeras menahannya. Kukertakkan gigi kuat-kuat sampai rahangku terasa pegal. Laki-laki tidak boleh runtuh, apalagi laki-laki yang baru saja melepas separuh
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.