Chapter 6
Di Antara Jarak Dan Dosa - 31 Mei 2026 - 3.539 kata
Pagi itu kabut masih menempel tebal di pinggir jalan desa, dinginnya merayap masuk ke balik jaket lusuhku saat aku tiba di depan gerbang BLK. Motor tua ini kumatikan di pinggir aspal yang lembap, suaranya yang batuk-batuk menyisakan keheningan yang menyesakkan. Bagas kupeluk di depan dada dengan kain jarik yang mulai melonggar; anakku itu rewel semalaman, mungkin ia bisa merasakan kegelisahan yang meracuni bapaknya. Aku sendiri tidak tidur semenit pun. Bayangan tangan Pak Bayu yang hinggap di bahu Ratih, lalu turun ke pinggang dan menariknya masuk ke ruangan gelap itu, berputar terus di kepalaku seperti cacing di tanah basah. HP putih ini sudah kuisi pulsa saat di jalan tadi, namun tidak ada satu pun pesan balasan darinya. Hanya ada kalimat “nanti jam 5 jangan lupa jemput di kecamatan ya mas” yang dikirimnya jam tiga pagi tadi—singkat dan dingin. Aku berdiri mematung di sana, tangan kananku yang kasar dan penuh kapalan menggenggam stang motor erat-erat hingga buku jariku memutih. Mataku liar mencari bus travel putih yang katanya akan keluar pagi ini. Dada ini sesak oleh cemburu yang membakar, namun kupendam dalam-dalam. Aku tidak ingin ribut di tempat umum, setidaknya belum sekarang. Bus itu akhirnya muncul, suara remnya mendecit pelan sebelum pintu gesernya
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.