Chapter 5
Di Antara Jarak Dan Dosa - 31 Mei 2026 - 3.917 kata
Deru mesin motor tua itu akhirnya mati, menyisakan keheningan yang jauh lebih menyakitkan daripada bising knalpotnya. Aku turun dengan kaki yang terasa seberat timah, sementara Bagas sudah kembali terlelap dalam dekapan kain di dadaku, wajahnya masih memerah sisa tangisan di gerbang BLK tadi. Aku berdiri mematung di depan pintu kayu yang miring, menatap halaman rumah yang hanya berupa tanah becek dan jejak ban motor Dani yang masih samar terlihat di sana. Aku mendorong pintu. Bunyi deritnya terdengar seperti sebuah rintihan panjang. Di dalam, rumah ini terasa mati. Tidak ada lagi kepul asap dari tungku yang membawa aroma telur goreng, tidak ada suara sandal yang bergesekan dengan lantai pasir, dan yang paling membuat dadaku sesak—tidak ada lagi goyangan pinggul Ratih yang biasanya menyambutku dengan lelah yang lembut. Aku melangkah ke arah dapur, meletakkan Bagas di atas tikar pandan yang sudah mulai robek. Mataku menyapu ruangan yang sempit itu. Bau Ratih masih tertinggal di sini—campuran aroma sabun kampung dan sisa keringat manisnya—tapi sosoknya telah ditelan bumi. Aku duduk di lantai tanah, menyandarkan punggung pada tiang kayu yang keropos. Kutatap tanganku sendiri. Hitam, kasar, dan penuh tanah sawah yang mengering di bawah kuku-kuku yang pecah. Lalu, bayangan pria berseragam safari tadi kembali muncul,
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.