Chapter 4
Di Antara Jarak Dan Dosa - 31 Mei 2026 - 3.851 kata
Beberapa hari berlalu, seperti hembusan angin sawah yang tak terasa. Semua syarat sudah terpenuhi. Pagi itu langit masih kelabu saat aku mengantar Ratih ke sarana kesehatan yang ditunjuk P3MI. Tas berisi dokumen lengkap tergantung di bahu ku. Bagas kugendong, tubuh kecilnya hangat menempel di dada. Ratih berjalan di sampingku. Rok panjang hitam membalut pinggulnya yang lebar, kemeja lengan pendek biru tua menempel pas di dada yang penuh. Rambutnya diikat rapi, beberapa helai jatuh di leher yang putih bersih. Kulitnya yang kuning langsat sangat mencolok di antara orang-orang desa yang kebanyakan sawo matang terbakar matahari. Ia tampak cantik. Terlalu cantik untuk pagi seperti ini. Kami mengambil nomor antrean. Kursi besi di ruang tunggu itu terasa dingin dan keras, menusuk tulang pantatku. Di pangkuanku, Bagas mulai gelisah, maka kupeluk pinggang kecilnya erat-erat seolah-olah ia adalah satu-satunya jangkar yang menahanku agar tidak hanyut. Ratih duduk di sebelahku, jemarinya tak berhenti memilin ujung rok, sementara jari kakinya mengetuk-ngetuk lantai dengan irama yang cemas. Aku hanya diam, tapi mataku liar memantau sekeliling. Pria-pria di ruangan ini… mereka semua melirik Ratih. Tatapan mereka tertancap terlalu lama, lebih lama dari batas kesopanan. Ada yang pura-pura sibuk dengan ponsel, tapi sudut matanya meluncur ke arah dada Ratih yang
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.