Chapter 3
Di Antara Jarak Dan Dosa - 31 Mei 2026 - 3.022 kata
Pagi mulai merayap pelan melalui celah-celah dinding kayu yang mulai lapuk. Cahaya jingga samar menyelinap masuk, bercampur dengan suara ayam yang berkokok sahut-menyahutan di kejauhan, membelah sisa kesunyian subuh. Aku terbangun di atas kasur reyot yang posisinya sudah agak miring ke kiri. Setiap kali tubuhku bergeser sedikit saja, dipan tua itu mengeluarkan bunyi berderit pelan—seperti sebuah keluhan lelah dari benda mati yang dipaksa bertahan melampaui usianya. Di dapur kecil, Ratih sudah sibuk. Aroma telur goreng yang gurih mengepul hangat, menusuk hidungku yang masih terasa berat oleh kantuk. Ia berdiri membelakangiku, menggendong Bagas di punggung dengan kain jarik panjang yang diikat longgar. Tubuh mungil Bagas bergerak naik-turun mengikuti napasnya yang teratur, selaras dengan gerakan tangan Ratih yang sedang membolak-balik masakan. Pinggulnya bergoyang pelan ke kiri dan ke kanan—gestur sederhana yang selalu ia lakukan agar tumpuan kakinya tidak cepat pegal saat berdiri lama di depan tungku. Kain batik tipis yang ia kenakan menempel lekat di kulit punggungnya yang sedikit berkeringat karena hawa panas api. Aku berjalan ke kamar mandi di belakang rumah. Lantai semennya sudah separuh ditumbuhi lumut hijau licin. Langkah ku hati-hati. Kalau salah injak, kaki bisa langsung terpeleset dan jatuh. Aku ambil air dari ember plastik yang retak. Dingin sekali.
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.