Chapter 15
Di Antara Jarak Dan Dosa - 8 Juni 2026 - 2.411 kata
“Pak… toloong... jangan... saya mohonn..,” bisikku. Tetapi bisikan itu terdengar lemah bahkan di telingaku sendiri. Pak Dani menahan jarak di dekat leherku. Tidak mencium sepenuhnya, tapi cukup dekat untuk membuat kulitku merinding oleh napasnya yang hangat dan teratur. Ia seperti sengaja menggantungkan sebuah ancaman di sana, membiarkanku merasakan betapa mudahnya ia bisa melewati batas selama ia mau. Tubuhnya condong lebih dekat, bahu lebarnya hampir menyentuh bahuku, menciptakan bayangan yang menutupi cahaya redup dari jendela kecil. Tangan kirinya yang bebas kini turun perlahan, menyusuri lengan atasku dengan tekanan ringan tapi tegas, jarinya menekan otot kecil di sana seolah mengukur ketegangan tubuhku sebelum meluncur lebih rendah, ke pinggang, merayap pelan di atas kain daster yang tipis. Lalu dari arah pintu luar, terdengar suara kecil. “Bu?” Darahku seperti berhenti mengalir. Mataku terbuka seketika. Bagas berdiri di ambang pintu depan. Rambutnya acak-acakan, wajah dan lengannya belepotan debu pasir, tanda ia baru saja bermain di halaman. Ujung kaus lusuhnya tampak kotor kecokelatan, sementara di tangannya masih mengenggam botol plastik yang sudah peyok di satu sisi. Matanya yang polos menatapku, lalu menatap Pak Dani, kemudian turun ke tangan laki-laki itu yang masih berada di atas pahaku. Untuk sesaat, tidak ada yang bergerak. Dunia seperti ditahan di
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.