Chapter 12
Di Antara Jarak Dan Dosa - 31 Mei 2026 - 6.407 kata
Semenjak panggilan Ratih di gubuk pagi itu, badai di kepalaku belum juga reda. Kata-kata Ratih yang menangis tersedu-sedu melintasi lautan, bersumpah demi keselamatan Bagas bahwa tidak ada satu pun inci kulitnya yang disentuh Tuan Ahmad, terus berputar laksana gema kutukan. Namun, otakkku yang telanjur sakit dan diracuni paranoia menolak untuk mengalah. Ego maskulinitasku yang kerdil memilih sebuah pembenaran yang kejam: “Ratih pasti pintar bersandiwara. Semua perempuan di luar negeri kalau ketahuan pasti alasannya demi anak.” Aku menolak menjadi suami pecundang yang gampang ditipu. Hubungan kami tidak kuputus secara hukum, namun malam itu, aku resmi mematikan seluruh keterikatan batinku untuknya. Aku memilih menggantungnya dalam ketidakpastian dingin yang menyiksa. Pelarian terbaik dari rasa sesak dan runtuhnya harga diri ini tidak lain adalah Toko Berkah. Duniaku kini menyusut, berporos pada gubug kosong, raga mungil Bagas, dan meja kasir kayu milik Wulan yang sewangi melati. Janda alim itu benar-benar menjelma menjadi obat penenang yang sempurna bagi egoku yang cacat. Dia selalu tahu kapan harus berbicara lembut dan kapan harus diam mendengarkan tanpa pernah menghakimi, membuatku merasa kembali dihormati sebagai seorang lelaki di desaku sendiri. Kedekatan kami tumbuh semakin erat dari hari ke hari. Wulan tidak pernah meminta bantuan secara langsung. Dia terlalu suci dan
Chapter ini membutuhkan 6 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.