Chapter 11
Di Antara Jarak Dan Dosa - 31 Mei 2026 - 3.991 kata
Note: Sebelumnya ada kesalahan penulisan, dimana yang benar adalah Nenek Ratih , Bukan Ibunya Ratih (Orang tua ratih sudah meninggal) . Mohon maaf atas kesalahannya. Klik. Suara putusnya sambungan video itu laksana sebuah pisau berkarat yang dihujamkan tepat ke urat nadiku. Layar ponsel putih di genggamanku seketika menggelap, memutus visual dari seberang lautan, dan menyisakan kesunyian gubuk yang mendadak terasa pekak, dingin, sekaligus mencekik. "BANGSAT!!!" Darahku menyembur panas ke ubun-ubun, menyumbat jalan napasku hingga paru-paruku terasa laksana terbakar api. Setan-setan di dalam kepalaku berteriak riuh, menertawakan ketidakberdayaanku. Tanpa berpikir jernih, kuangkat ponsel putih seharga satu juta itu tinggi-tinggi, lalu membantingnya sekuat tenaga ke lantai semen. PRAKK! Benda itu hancur berkeping-keping, layarnya retak seribu. Namun, hancurnya ponsel itu sama sekali tidak memberi kelegaan. Amarah yang bergolak di dalam dadaku justru meluap tak terkendali, menjelma menjadi kegilaan yang menuntut pelampiasan liar. Aku menerjang keluar dari kamar laksana binatang buras yang terluka. Aku butuh menghancurkan sesuatu. Aku butuh rasa sakit fisik yang nyata untuk mengusir rasa perih yang menguliti ulu hatiku. Brak! Brak! Brak! Kuhantamkan tinjuku ke dinding kayu gubuk kami yang reyot berkali-kali tanpa ampun. Aku memukulnya dengan kalap, meluapkan seluruh rasa kerdil, hina, dan cemburu buta yang menyiksa batin. Suara kayu
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.