Chapter 10
Di Antara Jarak Dan Dosa - 31 Mei 2026 - 3.032 kata
Bibirku mendarat kasar di atas bibir tipis Wulan yang terasa hangat dan lembut seperti kelopak bunga melati yang baru mekar. Sentuhan itu bukan lagi sekadar ciuman—ia adalah ledakan liar dari segala rasa rendah diri, cemburu yang membusuk selama tiga bulan, dan dendam yang selama ini kusimpan rapat-rapat di dada. Aku melumat bibirnya dengan rakus, menggigit pelan bibir bawahnya hingga ia mendesah kecil, lalu langsung menyelusupkan lidahku ke dalam mulutnya yang hangat dan basah. Wulan tidak menolak. Malah sebaliknya, mulutnya terbuka lebih lebar, menyambut invasi lidahku dengan kelaparan yang sama ganasnya. Lidahnya yang halus menyambut lidahku, saling menari, saling menjilat, saling mengisap. Aku bisa merasakan ludahnya yang manis bercampur dengan aroma melati yang lembut, dan aku menelan semuanya dengan rakus, seolah ingin merampas seluruh kesucian yang selama ini ia jaga rapat di balik jilbabnya. Suara kecupan basah dan lengket memenuhi ruang kecil di belakang toko itu— slurp… slurp… —setiap kali lidahku menekan lebih dalam, menggoda langit-langit mulutnya hingga tubuhnya mengejang pelan di bawahku. Tangan halus Wulan yang biasanya selalu terlipat sopan di depan dada, kini naik dengan gemetar ke belakang leherku. Jari-jarinya yang lentik mencengkeram rambutku kuat-kuat, menarik kepalaku lebih dalam, memaksaku untuk terus melumatnya tanpa ampun. Napasnya yang panas dan
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.