Chapter 20
Kamar Kost Nomor 7 - 14 Oktober 2026 - 3.708 kata
“Neng...” bisiknya serak. “Boleh ya...?” Mila menatap mata pria itu. Bibirnya sedikit terbuka, mengeluarkan helaan napas halus yang tertangkap jelas oleh mikrofon ponsel. “Bapak buru-buru amat sih...” Bukannya mundur, Mila justru membiarkan Pak Seno memangkas sisa jarak di antara mereka. Bibir Pak Seno yang tebal dan kehitaman oleh asap kretek mendarat di bibir Mila. Sebuah erangan bisu tertahan di balik gigiku yang bergemeletuk. Mataku melebar tanpa berkedip. Kali ini Pak Seno tidak buru-buru. Bibirnya menempel penuh di bibir Mila. Menekan lambat, lalu melumat bibir bawahnya. Napas di dadaku seketika tertahan. Yang membuat mataku tidak bisa lepas bukan cuma Pak Seno, tapi Mila. Matanya terpejam. Kepalanya miring sedikit memberi ruang, dan tangannya yang tadi diam di paha terangkat naik, mendarat di bahu pria itu, meremas kain kaosnya yang tipis. Mila tidak hanya diam. Kepalanya ikut bergerak pelan, membalas lumatan itu. Earphoneku menangkap bunyi basah yang halus di antara dengung kipas angin. Suara yang biasanya hanya kudengar di kamar atas kalau kami sedang berdua. Mendengarnya keluar dari ruang tamu Pak Seno membuat celana jeansku semakin menekan keras di sela paha. Tanganku tanpa sadar turun meraba kontolku yang sudah menegang kaku, menggeseknya pelan di samping jok motor. Panasnya langsung naik ke tengkuk. Ciuman
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.