Chapter 18
Kamar Kost Nomor 7 - 30 September 2026 - 5.427 kata
“Eh... Mas.” Mila terhuyung mundur selangkah menahan bobot tubuhku. Aku tidak memberinya jeda untuk bertanya. Kedua lenganku mengunci pinggangnya, menariknya rapat sampai dadanya menabrak jaket ojolku yang kaku. Wajahku langsung kutenggelamkan ke ceruk lehernya, di antara helai rambut yang masih agak basah sehabis keramas. Wangi bedak dan sisa sabun batangan langsung menghantam hidungku, beradu dengan bau anyir matahari, debu knalpot, dan aroma asam dari kausku yang sudah basah oleh keringat seharian di jalan. Mila terkekeh geli di pelukanku. “Ya ampun...” Telapak tangannya naik ragu-ragu ke pundakku, berniat menahan, tapi akhirnya hanya diam bertengger di sana. Napas panjang kutarik sampai dadaku sesak. Akhirnya. Sejak mematikan aplikasi dan memutar gas dari Senayan, hanya ini yang ada di kepalaku. Pulang, masuk ke kamar pengap ini, lalu memeluknya. Hidungnya mendekat ke kerah kausku sebentar, lalu kepalanya ditarik mundur sambil meringis. “...kecut banget.” Tawaku bergetar di kulit lehernya yang licin. “biarin….” Kueratkan pelukanku sampai tubuhnya sedikit terangkat. Daster tipis tanpa lengannya bergesekan dengan resleting jaketku yang dingin. Mila menggeliat pelan, tapi tidak benar-benar mencoba untuk melepas. “Ih... Mas. Gerah.” “Biarin...” “Lengket juga ini.” “Biarin…” Dia akhirnya menghela napas pasrah. Kepalanya rebah di pundakku, telapak tangannya mulai bergerak mengusap punggungku turun-naik, pelan dan teratur. Kami berdiri
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.