Chapter 17
Kamar Kost Nomor 7 - 28 September 2026 - 6.357 kata
Layar ponsel di dudukan stang belum sempat padam ketika satu order baru muncul menggantikan yang barusan kuselesaikan. Titik jemputnya masih di sekitar Senayan, dan tarifnya cukup membuat punggung yang kaku terasa lebih mudah dimaafkan. GBK memang sedang tumpah malam ini. Entah acara apa yang baru bubar di dalam stadion, manusia memenuhi trotoar sampai ke badan jalan. Mobil merayap tersendat, klakson saling sahut tak sabaran, sementara deretan jaket hijau berjejer di tepian aspal dengan wajah terpantul cahaya layar. Sejak selepas magrib motorku nyaris tidak mendingin. Begitu penumpang turun, aplikasi berbunyi lagi. Baru berniat meneguk air minum, titik penjemputan berikutnya sudah menyala. Tubuhku sebenarnya sudah menuntut pulang, tetapi deretan angka penghasilan yang terus bergerak naik membuat jempol selalu menunda menekan tombol offline . Jempolku baru bersiap menyentuh order berikutnya ketika bilah notifikasi hijau turun dari atas layar. Mila ❤️ Mila: mas 🥺 Mila: jemput aku dongg Sudut bibirku terangkat sendiri. Aku: sekarang? Mila: iyaaa 😭 Mila: udah mau tutup ini Mila: pulang yukkk Posisinya masih di ruko laundry. Jarak aslinya tidak seberapa, tapi malam begini melepaskan diri dari putaran Senayan butuh perjuangan sendiri. Aku: aku masih di gbk dek Aku: rame banget ini Balasannya langsung meluncur. Mila: pulang ajaaa 🥺 Mila: jemput
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.