Chapter 16
Kamar Kost Nomor 7 - 16 September 2026 - 3.110 kata
Aroma uap setrika dan sisa pewangi pakaian dari tempat laundry masih samar-samar menempel di baju Mila sore itu. Suara gantungan baju plastik beradu pelan di dalam lemari ketika ia melepas kaus kerjanya yang agak lembap oleh keringat. Dari kasur, aku memperhatikannya menarik daster katun longgar melewati kepala, lalu mengibaskan rambutnya yang sedikit berantakan. “Tadi karung cucian sprei yang segede gaban hampir aku angkat sendiri, Mas,” gumam Mila sambil merapikan tali daster di bahunya. Aku sedikit menoleh dari bantal. “Bisa remuk pinggangmu kalau maksa.” “Makanya. Belum sempat aku angkat, Mas Ivan buru-buru nyamperin terus langsung ngerebut,” lanjut Mila santai seraya melangkah ke cermin kecil di lemari. Ia mengambil ikat rambut karet. “Katanya aku disuruh bawa karung yang kecil-kecil aja. Dia bilang aku kelihatan capek banget, disuruh jangan sok kuat.” Tangannya bergerak luwes ke belakang kepala, mengumpulkan helai rambut ke atas. Leher jenjangnya yang putih tersingkap wajar. “Perhatian juga dia,” sahutku pelan. Mila langsung menangkap nada suaraku. Dari pantulan cermin, matanya melirik ke arah kasur, lalu sudut bibirnya terangkat tipis. “Namanya juga kerja bareng, Mas.” Aku mengangguk kecil. Cerita itu sebenarnya meluncur begitu saja, ringan, wajar, tanpa ada getaran mencurigakan. Tidak ada pesan pribadi di ponselnya, tidak ada nada suara yang perlu
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.