Chapter 15
Kamar Kost Nomor 7 - 14 September 2026 - 3.504 kata
Entah sejak kapan, ruangan ini terasa begitu hening. Dari tempatku berdiri beberapa meter di luar kamar, aku cuma bisa melihat separuh tubuh Pak Seno di atas ranjang dan Mila yang masih duduk di sisinya. Wajah mereka tertutup sudut pintu. Cahaya lampu bohlam kuning dari dalam kamar hanya menyisakan siluet sebagian tubuh bawah mereka di lantai. Aku bahkan tidak tahu Mila sedang memasang ekspresi seperti apa. Kaget? Kasihan? Atau malah senyum kecil seperti ketika kami mulai melakukan sesuatu yang seharusnya tidak kami lakukan? Tanganku mencengkeram tepian tembok lorong yang dingin. Plesteran semen kasarnya terasa menusuk telapak tangan. “Pak…” suara Mila akhirnya terdengar, keluar pelan sekali di sela derit kipas angin. “Iye, neng?” “Bapak mau meluk saya?” Tidak ada jawaban selama beberapa detik. Udara di lorong terasa semakin pengap dan tipis. Kemudian Pak Seno tertawa kecil. Suaranya lemah, serak karena demam. “Kalau ngomongnya diulang gitu malah kedengeran kurang ajar ya.” Aku hampir terkekeh pelan di balik dinding. Mila juga terdengar menahan tawa dari dalam. “Makanya.” “Udah aaahh.., kagak usah.” Pak Seno mulai bergerak sedikit di ranjang, seprainya tergesek pelan. “Anggap aja Bapak ngga ngomong apa-apa.” Tangannya yang tadi berada dekat tangan Mila perlahan mundur ke atas selimut. “Demam bikin bapak ngaco.” Mila
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.