Chapter 13
Kamar Kost Nomor 7 - 9 September 2026 - 2.849 kata
“Dek.” Tanganku menahan ujung handuk tepat sebelum Mila sempat menariknya dari gantungan di belakang pintu kamar mandi. Mila yang sudah berdiri dengan satu tangan mengikat rambut menoleh sambil mengernyit. “Apaan?” “Jangan mandi di sini.” Ia menatapku beberapa detik, lalu matanya beralih ke pintu kamar mandi yang jelas-jelas baik-baik saja. Lampunya menyala, kerannya nggak bocor, bahkan ember biru di dalam baru tadi sore kuisi setengah. “Kenapa?” “Nggak kenapa-kenapa.” “Terus?” Aku menahan senyum yang sejak tadi rasanya ingin pecah sendiri. Jam di atas pintu sudah lewat sedikit dari pukul delapan. Mila memang sering mandi selarut ini kalau pulang kerja dari tempat Mas Ivan lalu masih sibuk beres-beres kamar. Rambutnya sudah digulung asal ke atas kepala, daster rumah yang dipakainya sejak magrib mulai sedikit lembap di bagian punggung karena udara Jakarta yang gerah. Aku mengembalikan handuk itu ke tangannya. “Mandi di tempat Bapak aja...” Wajah Mila kosong. Dua detik. Tiga detik. Lalu alisnya perlahan naik. “Mas…” Aku mulai terkekeh. Mila langsung melempar handuk ke mukaku. “Sakit emang!” Aku menangkapnya sambil tertawa. “Belum juga aku jelasin.” “Nggak usah dijelasin. Mukanya udah jelas banget!” “Dengerin dulu.” “Nggak.” “Dek.” “Nggak.” “Mila.” Ia akhirnya duduk di ujung kasur sambil melipat kedua tangan di dada. “Ayo. Mau ngapain
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.