Chapter 5
TABIR: Ibuku dan Mbah Darto - 28 Juni 2026 - 4.394 kata
Kepala Ibu mendongak ke atas, mata terpejam rapat, wajahnya memerah hebat, keringat mengalir deras dari dahi hingga ke leher. Tangannya mencengkeram rambut Mbah Darto dengan erat. Kepala Mbah Darto berada di tengah paha Ibu. Aku melihat lidahnya bergerak. Slirk… slirk… slirk… Bunyi basah yang aneh. Berulang. Berirama. “Ouuhh… Mbahh…” Suara Ibu keluar panjang, pecah, dan gemetar. Bukan suara kesakitan biasa. Ada sesuatu yang lain di dalamnya. Sesuatu yang membuat dadaku terasa panas dan dingin sekaligus. Mbah Darto tidak berhenti. Kepalanya tetap di sana, lidahnya terus bergerak dengan suara basah yang jelas terdengar sampai ke luar. Ibu menggigit bibir bawahnya, kepalanya bergoyang pelan ke kiri dan kanan, tangannya semakin erat menjambak rambut Mbah Darto. “Ouuhh… ahhh… Mbahh… gelii…” “Uuuuhh…” Aku menelan ludah. Mataku tidak bisa berpaling. Aku tidak mengerti apa yang sedang dilakukan Mbah Darto. Tapi aku tahu itu bukan urut. Bukan pijat. Ini sesuatu yang jauh lebih dalam dan lebih kotor. Mbah Darto akhirnya mengangkat kepalanya. Wajahnya basah. Ia tersenyum tipis sambil menatap Ibu yang sedang megap-megap. “Dulu… kalau kamu sama aku…” suaranya rendah, berat, dan pelan, “kamu ndak bakal kesepian kaya gini, Bela…” Ia mendekatkan wajahnya ke leher Ibu, lalu menjilat pelan. “Aku bakal puasin kamu… kaya gini… mmphhh…”
Chapter ini membutuhkan 9 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.