Chapter 9
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 4.280 kata
Pak Sano membeku. Tangisan Cynthia pecah semakin kencang di kasur kecil di atasnya, “Huwaaa… huwaaa… huwaaa…”, suara kecil itu memenuhi setiap sudut kontrakan yang sempit seperti sirene yang membangunkan sisa akal sehatnya yang hampir lenyap. Tubuhnya masih menindih Ana, kontolnya masih setengah tertanam di celah vagina yang panas dan ketat. Setiap denyut jantungnya terasa di batang kontol yang berdenyut kuat. Nafsu masih membara, tapi risiko sekarang terlalu besar. Jika tangisan itu terus terdengar ke gang luar, tetangga bisa curiga. Pintu bisa digedor. Semuanya bisa hancur dalam sekejap. Batinnya tertekan hebat. Dua pilihan bertabrakan di kepalanya: lanjut menerobos kesucian Ana dan merasakan kenikmatan yang sudah di ambang mata, atau mundur dan menyelamatkan diri dari bahaya yang semakin dekat. Pak Sano menggeram pelan di tenggorokannya. Dengan rahang yang menegang, ia menarik pinggulnya ke belakang. Kontolnya menjauh perlahan dari bibir vagina Ana. Ia melepaskan Ana sepenuhnya. Tubuhnya mundur ke belakang, bangkit pelan, lalu mundur lagi hingga punggungnya menempel ke dinding kontrakan yang dingin dan kasar. Kontolnya masih mengacung keras, basah, dan berdenyut frustrasi, tapi ia tidak bergerak lagi. Ana langsung merasakan beban berat di tubuhnya hilang. Ia bangkit dengan tangan gemetar, napasnya tersengal-sengal. Dengan cepat dan tergesa-gesa, jari-jarinya yang dingin mencoba mengancingkan kemeja
Chapter ini membutuhkan 1 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.