Chapter 19
Istriku Yang Terampas - 6 Juli 2026 - 3.376 kata
“Mas….” Aku menunggu kalimat berikutnya keluar dari bibir Maya. Namun tidak ada apa-apa lagi setelah itu. Maya hanya menatapku dari balik selimut putih yang ditarik sampai ke dadanya. Rambutnya masih menempel di pelipis. Wajahnya lelah, tetapi matanya tidak benar-benar kosong. Ada sesuatu di sana yang sulit kubaca. Sesuatu yang sempat muncul, lalu tenggelam sebelum sempat kutangkap. Aku duduk di tepi ranjang. “Iya, Sayang?” Maya membuka bibirnya sedikit. Napasnya masih belum teratur. Bau minyak urut tertinggal di kamar tamu, bercampur dengan aroma keringat dan udara pengap dari jendela yang tertutup sejak sore. Beberapa detik berlalu. Lalu Maya menutup matanya. “Aku mau tidur… capek” Kalimat itu terdengar pelan, tanda bahwa ia tidak ingin diganggu malam ini. Tanganku sempat terangkat, hendak menyentuh bahunya. Namun berhenti di udara. Selimut yang menutup tubuhnya tampak sangat putih di bawah lampu kuning, terlalu bersih untuk kamar yang baru saja menyimpan sesuatu yang tak mungkin bisa dibersihkan hanya dengan mengganti sprei. “Ya udah,” kataku. “kamu istirahat dulu....” Maya tak menjawab. Ia memiringkan tubuhnya membelakangiku. Aku duduk beberapa menit lagi, mendengarkan desis AC yang pelan di sudut ruangan. Di lantai, handuk putih terlipat asal dekat kaki ranjang. Pintu kamar tamu masih tertutup. Di luar sana, mungkin tetangga sudah tidur.
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.